| KEMBALI |

Albasia (Sengon),
 Jabon, Jati, Mahoni


A.    Persiapan Benih/Bibit
  1. Pilih varietas yang paling sesuai dengan agro ekosistem setempat dan berdaya hasil tinggi.
  2. Tingkat kemurnian daya tumbuh yang tinggi >85%, identitas varietas jelas, vigor baik, sehat dan bernas. Pada umumnya benih bermutu ditunjukkan dengan berlabel.
Perendaman dan pemeraman benih :
  1. Larutkan ZPT dengan dosis 2 cc/liter air.
  2. Rendam benih dalam larutan selama 24 jam.
  3. Tiriskan benih.
B.    Persiapan Persemaian
  1. Media semai campuran antara tanah, kompos organik dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  2. Media semai yang telah siap dimasukkan kedalam polybag.
C.    Persemaian
  1. Benih/bibit ditanam ke dalam polybag, 1 benih 1 polybag.
  2. Semprot atau siram persemaian setiap 20 hari sekali dengan ZPT 2 cc/liter air dan POC 10 cc/liter air.
  3. Pemupukan dengan pupuk kandang atau kompos sesuai kebutuhan.
  4. Lahan persemaian sebaiknya ditempatkan dibawah naungan dan disiram dengan air 2 kali sehari.
D.    Persiapan Lahan
  1. Pembersihan lahan dari jenis tumbuhan lain (gulma).
  2. Menentukan jarak tanam 2x2 m, selanjutnya pembuatan lubang tanam dengan ukuran 40x40x40 cm.
  3. Berikan pupuk dasar pada lubang tanam dengan pupuk kandang atau kompos.
E.    Penanaman
  1. Sebaiknya waktu penanaman diawal musim penghujan.
  2. Bibit yang telah siap tanam dikeluarkan dari polybag, jangan sampai merusak akar.
  3. Bibit ditanam dalam lubang yang tersedia, kemudian timbun dengan tanah galian. Padatkan dan ratakan agar tidak terjadi genangan air, karena genangan air dapat mengundang pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan.
F.    Pemeliharaan
  1. Pemupukan
  1. Pemupukan dengan pupuk kimia sebagaimana biasa dilakukan oleh petani. Nantinya, secara bertahap dapat dikurangi penggunaannya untuk kemudian bisa diganti dengan pupuk organik.
  2. Aplikasi ZPT dilakukan pada bulan pertama 7-10 hari sekali dan pada bulan selanjutnya 20-30 hari sekali, dengan dosis 4 cc/liter air, sampai umur 1 tahun.
  3. Aplikasi bisa dilakukan dengan pengocoran pada akar dan/atau peyemprotan kabut pada batang.
  4. Aplikasi POC sebulan sekali dengan dosis 20 cc/liter air, dengan cara disemprotkan atau dikocorkan ke akar.
  1. Penyiangan
  1. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma disekitar tanaman minimal radius ½ - 1 m.
  2. Penyiangan dilakukan dalam upaya menghilangkan kompetensi hara serta kemungkinan gulma sebagai sumber tempat berkembangnya berbagai jenis hama dan penyakit tanaman.
  1. Penyulaman
  1. Setelah 1-2 bulan tanam, lakukan evaluasi dan lakukan penyulaman terhadap bibit yang mati atau bibit yang pertumbuhannya tidak sama.
  2. Bibit sulaman sebaiknya memiliki umur yang sama agar diperoleh pertumbuhan yang seragam.
  1. Pemangkasan dan penjarangan
  1. Pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang yang tidak berguna.
  2. Penjarangan dilakukan dengan membuang tanaman yang kurang baik pertumbuhannya. Yaitu seperti tanaman yang batangnya bengkok, tumbuh lambat, atau terserang hama dan penyakit.
G.   Pengendalian Hama dan Penyakit
  1. Mengusahakan tanaman sehat.
  2. Penggunaan varietas tahan hama.
  3. Pengendalian hayati (penggunaan musuh alami/predator, patogen antagonis).
  4. Memperbaiki drainase lahan agar terhindar dari genangan.
  5. Membersihkan lahan dari tanaman inang penyebab penyakit.
  6. Lakukan penanaman dengan jarak tanam yang menghasilkan intensitas cahaya masuk tinggi dan aliran udara yang sehat.
  7. Menghindari meluasnya penyakit dengan membuang tanaman yang sakit.
  8. Menggunakan pestisida nabati sebagai alternatif akhir untuk mengendalikan hama berdasarkan hasil pengamatan.
H.    Panen
    Dilakukan sesuai dengan sifat umur karakteristik tanaman dan bentuk fisik yang telah ideal untuk dipanen. Dengan memotong pangkal tanaman dan jangan merusak batang utama.




Copyright ©2013- hormonik.com